Cara Merawat Tanaman yang Benar

        KETIKNEWSCara Merawat Tanaman bagi Pemula – Saat ini banyak orang yang hobi menanam tanaman baik tanaman hias, rempah, maupun tanaman sayur. Waktu di rumah yang lebih lama akibat pandemi menjadikan banyak orang untuk mengekspresikan dirinya melalui hobi baru untuk mempercantik halaman rumah atau sekedar mendapatkan tambahan bumbu masak dari hasil budidaya tanaman di sekitar rumah.

        Menanam tanaman di sekitar rumah merupakan hobi yang tidak pernah membosankan karena anda bisa mengeksplorasi banyak tanaman. Selain mempercantik rumah, tanaman juga membuat rumah anda tampak sejuk, asri dan tentunya menjadikan lingkungan semakin bersih. 

        Namun, untuk merawat tanaman tidak semudah dibayangkan karena beberapa jenis tanaman memerlukan perlakuan khusus agar tumbuh secara subur dan optimal. Eits tapi jangan khawatir bagi kamu yang suka merawat tanaman mimin mau kasih rahasianya agar tumbuhan kita tampak sehat dan lebih hijau. Yuk simak di bawah ini! 

1. Menyiram Tanaman secara Rutin 

Sama seperti makhluk hidup lainnya tanaman juga membutuhkan air untuk kelangsungan hidup. Bagi tanaman, air berfungsi dalam melarutkan unsur hara serta mentranslokasikan unsur hara tersebut ke seluruh bagian tanaman. Kemudian juga berfungsi dalam proses fotosintesis dan menjaga tanaman tetap lembab. Kebutuhan air setiap tanaman berbeda-beda tergantung dari jenisnya dan umumnya penyiraman tanaman dilakukan pada pagi atau siang hari. Namun, penyiraman sebaiknya dilakukan dengan melihat kondisi kelembaban tanah dan jika tanah sudah tidak lembab maka penyiraman harus segera dilakukan. 

Untuk menghindari serangan penyakit, penyiraman sebaiknya dilakukan langsung pada bagian akar tanaman (jangan menyiram pada daun atau batang tanaman) secukupnya. Waktu penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari, sedangkan penyiraman pada waktu siang hari sebaiknya dihindari karena air yang disiramkan akan cepat menguap kembali. Beberapa tips yang harus diperhatikan ketika menyiram tanaman adalah sebagai berikut:

  • Pantau kondisi kelembaban tanah untuk menentukan kebutuhan air tanaman
  • Penyiraman tidak sampai menyebabkan genangan air karena dapat mengundang berbagai penyakit dan kelayuan tanaman akibat terlalu banyak air
  • Hindari penyiraman pada waktu siang hari ketika cuaca panas
  • Pastikan menggunakan air bersih dan bebas dari cemaran kimia


2. Sinar Matahari yang Cukup

Sama seperti air, sinar matahari juga merupakan salah satu kebutuhan pokok tanaman dalam menunjang proses fotosintesis. Sinar matahari akan diserap oleh klorofil daun untuk memproduksi energi dan makanan berupa gula. Setiap jenis tanaman membutuhkan cahaya matahari yang berbeda-beda, sehingga harus cermat dalam memberikan sinar matahari pada tanaman. Beberapa tips dalam memberikan sinar matahari pada tanaman diantaranya:

  • Sinar matahari yang digunakan sebaiknya matahari pagi sekitar jam 6 – 10 karena sinar pada waktu tidak terlalu panas dan bagus untuk tanaman.
  • Umumnya kebutuhan sinar matahari tanaman sayur atau buah sekitar 6 jam pemaparan sedangkan tanaman hias cukup 3 – 4 jam pemaparan.


 3. Pemberian Pupuk yang Cukup

Pupuk merupakan nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman. Umumnya kebutuhan utama hara tanaman adalah urea, phospat, dan kalium. Urea berfungsi dalam pembentukan dan penghijauan daun, phosphat berfungsi dalam perkembangan organ generatif, sedangkan kalium berfungsi dalam pembentukan akar dan batang tanaman. Tanpa nutrisi yang cukup maka pertumbuhan tanaman tidak akan optimal. Beberapa tips dalam memberikan pupuk pada tanaman diantaranya:

  • Pemberian pupuk dimulai dari tanah media tanam sebelum dilakukan penanaman (pupuk dasar), pastikan juga menambahkan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan untuk menggemburkan tanah dan memaksimalkan serapan pupuk kimia. 
  • Pemupukan susulan diberikan pada saat tanaman berusia 2 – 4 minggu dengan menggunakan pupuk kimia+pupuk organik secara bersamaan. 
  • Waktu pemupukan susulan sebaiknya pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya di sekitar akar tanaman.

Pemupukan tanaman harus dilakukan seefektif dan seefisien mungkin dengan menerapkan prinsip 6T, meliputi Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Aplikasi, Tepat Waktu, Tepat Cara, dan Tepat Alat. Pupuk kimia yang sering digunakan misalnya pupuk NPK Mutiara atau pupuk Phonska. Namun, sebaiknya pupuk kimia digunakan seminimal mungkin dan lebih mengutamakan pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak atau dari limbah sayur yang sudah dikompositkan karena pupuk tersebut lebih murah dan ramah lingkungan. 


4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit menjadi salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman karena dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari tanaman yang kita budidayakan. Sebelum melakukan pengobatan alangkah baiknya kita melakukan proses pencegahan hama dan penyakit masuk pada tanaman kita secara maksimal. Misalnya dengan penggunaan bibit/biji tanaman yang sehat dan berkualitas serta pengairan dan pemupukan yang cukup. Beberapa tips dalam mengendalian hama dan penyakit tanaman diantaranya:

  • Rutin melakukan pemantauan dan pengamatan hama/penyakit yang menyerang.
  • Menggunakan media tanam atau tanah yang subur dan gembur
  • Tidak menyiram tanaman terlalu banyak atau sampai menggenang karena dapat mengundang berbagai penyakit.
  • Tidak memberikan pupuk secara berlebihan karena dapat menyebabkan keracunan tanaman sehingga rentan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Penggunaan pestisida nabati jika mulai terdapat serangan hama atau penyakit. Pestisida ini dapat dibuat dari bawang putih, daun sirsak, daun nimba, dan lain sebagainya.
  • Penggunaan pestisida kimia sebaiknya menjadi pilihan terakhir karena dapat beresiko menyebabkan pencemaran jika dilakukan berlebihan atau kurang bijak. 


5. Pembersihan Gulma

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak kita hendaki keberadaannya sehingga dapat bersaing dengan tanaman utama yang kita tanam. Hal ini tentu merugikan karena bisa jadi pupuk dan air yang kita berikan malah diserap oleh gulma tersebut. Gulma bisa menjadi sarang hama atau penyakit sebelum menyerang tanaman kita. Selain itu, gulma juga merusak estetika dan dapat menghabiskan ruang tumbuh. Beberapa tips yang dapat dilakukan dalam mengendalikan gulma diantaranya:

  • Penggunaan mulsa. Ini efektif untuk budidaya tanaman di luar ruangan (lahan) yang cukup luas. Selain menghalangi gulma untuk tumbuh, mulsa juga cukup efektif dalam mengusir hama.
  • Pembersihan gulma secara rutin baik secara manual menggunakan tangan atau menggunakan cangkul dan alat sejenisnya.
  • Penggunaan herbisida kimia hanya efektif pada budidaya tanaman di lahan yang cukup luas dan sebaiknya hanya menjadi pilihan terakhir saja. 


Kesimpulan

Perawatan tanaman harus dilakukan secra tepat dan hati-hati karena dapat menentukan proses pertumbuhan dan kesuburannya. Tanaman yang sehat ditandai dengan daun yang hijau, akar dan batang yang kuat, tinggi optimal, serta bebas dari serangan hama maupun penyakit. Untuk mendapatkan hal tersebut suatu tanaman harus mendapatkan air, nutrisi, dan sinar matahari yang cukup, serta pengendalian hama, penyakit, gulma yang rutin. 

772G WTR BARE CHASSIS

        Original Equipment Manufacturers (OEM) have worked closely with Cat dealers to deliver superior and reliable products with partial systems. This allows Caterpillar to find heavy equipment with specific applications, such as the current WTR model, the 772G WTR BARE CHASSIS. This type of WTR has complied with the ISO 3471 standard so that this machine is certified and guaranteed to have a high level of protection especially for towing applications. This TIER 4 equivalent machine is generally more identical to the garbage truck model with a ROPS tractor that can provide the option of adding cylinders or not. Certified ROPS tractor designed with no less competitive configurations and proven by the capabilities of this 772G that can tackle a wide range of jobs with fast turnaround times. Some of the features that can be used for demolition, able to work in industry, waste, mining, can even do material handling.

        The best design is also applied to the machine which is made without a hoist with a bare chassis weight reaching 59567 lb so that it can be applied to 3 main applications, namely Water Truck, Service Truck and Tow applications. These three applications are so important that they require a WTR with a strong, reliable, and easy-to-apply structure. As in the mining world, which has many projects that must be completed within a certain period of time, it requires a variety of complete and reliable supporting machines to assist operations in order to produce high productivity. This is where the WTR model shows its ability by using an off-highway truck empty chassis that constantly provides convenience in road construction projects so that road work runs smoothly by minimizing the possible obstacles that will occur by preventing them through various available protections. As fire protection and dust suppression can indirectly improve work safety.

        The use of this WTR 772G in service truck applications is not only able to work in the mining sector, but also in the construction sector with a tractor ROPS reaching 74430 lb. As in general, this chosen platform is always reliable with its ability to provide ideal solutions in every application, especially service truck applications. One of the contributions given to this application is to distribute lubricants and fuel efficiently for preventive maintenance of the heavy equipment fleet at the project site. Moreover, international cooperation between the two parties can be adapted to service trucks in place. As for the Tow application, this machine provides convenience for complete equipment trailers and easy bottom dump trailers with a nominal water tank capacity of 11000 gal. So that this 772G WTR Bare Chassis can be used as the best solution for any project and of course it is of very high quality and easy to operate. 

Pipelayers PL61

        Pipelayers PL61 is one of Caterpillar's flagship products capable of providing the best pipeline performance by upgrading a variety of configurations. Starting with improving maneuverability which is guaranteed to be superior so as to make steering response faster and this greatly supports a smoother pipeline performance process along with ease of transportation to reach the hystat transmission. The transmission is part of operator control on this Cat C4.4 engine model, which makes it easier to control while the engine is running. The other operator controls that are relatively simple are the right joystick which contains 3 controls, namely the boom, counterweight, and hook functions. With this design, it certainly makes it more comfortable for the operator to control it in various conditions, especially when on rough terrain. Moreover, it is assisted by track options that can be adapted to the work area by taking into account soil conditions to make wide or narrow track options so that performance in various soil conditions can remain optimal.

        Various reliability designed on the PL61 is partly described above, but there are many other reliability that has not been revealed. As with other reliability which is proven by the existence of a sophisticated fuel system because it has an engine equivalent to Tier 3, making it tougher and more durable in the face of possible poor fuel conditions through good filtration. That way, the fuel on the PL61 is quite economical, especially when it is accompanied by an automatic hydraulic demand fan which plays an important role when in a cold location, making this feature work to immediately reduce the fan speed. In addition, the engine with a lifting capacity of 40000 lb has a hydraulic reversing fan which is very helpful in cleaning debris from the radiator core which can be done automatically or manually. The service is purposely designed with top-of-the-line support in mind to best facilitate it based on the combination that has been made from the Cat dealer network.

        The design of this machine also prioritizes safety and serviceability which are part of the main factors for the success of the PL61's performance. Regarding the safety features on this machine, there are several familiar features, namely LMI and ROPS. The LMI is involved so that the load monitoring system can be installed easily and simply on site, while the ROPS is involved to protect the equipment and its operators from possible accidents that will occur such as overturning the machine, and so on. To support this safety, a sturdy structure was made with various alternatives such as a rear exit window with a quick release function. The serviceability of the PL61 is a single source pipelayer that is made specifically for all components that can facilitate service access. As a simple cable replacement, the overall reliability of the machine can be increased. Based on this, it can be concluded that the PL61 is very complete to support use anytime and anywhere.

Cara Menanam Bawang Merah Hasil Melimpah

        KETIKNEWS.COM – Cara Menanam Bawang Merah – Bawang merah merupakan salah satu rempah wajib yang digunakan sebagai bumbu masakan agar cita rasa masakan tersebut semakin enak. Sehingga tidak aneh jika permintaan bawang merah di pasaran cukup tinggi bahkan mencapai pasar ekspor. Akan tetapi stok bawang merah yang terlalu banyak dipasaran juga dapat menyebabkan harganya turun. Oleh karena itu, pengamatan stok bawang merah perlu diamati setiap bulannya oleh pihak terkait atau pemerintah. 

        Penanaman bawang merah harus dilakukan dengan perencanaan tanam yang baik agar terhindar dari serangan hama atau penyakit yang dapat menurunkan kualitas bawang merah yang ditanam. Untuk lebih jelasnya mengenai cara budidaya bawang merah dengan hasil yang melimpah dapat disimak di bawah ini:

1. Perencanaan Tanam

        Ini meliputi penentuan lokasi tanam, waktu penanaman, dan sistem tanam. Penentuan lokasi tanam harus disesuaikan dengan persyaratan tumbuh bawang merah. Menurut Litbang pertanian (2017), bawang merah cocok dibudidayakan pada dataran rendah dengan suhu 25-31oC, kelembaban 50-70%, ketinggain 0-100m dpl, penyinaran matahari lebih dari 70%, serta beriklim tipe D3/E3, kemudian memiliki tanah berjenis aluvial dengan pH 5,6-6,5. Semua persyaratan ini harus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. 

        Waktu penanaman menjadi salah satu pertimbangan penting dalam budidaya bawang merah karena dapat menentukan ada tidaknya serangan hama dan penyakit. Menurut Litbang Pertanian (2017), penanaman bawang merah pada bulan April – Juni terbukti menghindari serangan ulat bawang, sedangkan penanaman pada bulan September – Oktober dapat menghindari serangan penyakit trotol. 

        Sistem penanaman bawang merah dapat dilakukan secara tumpanggilir dan tumpangsari dengan jenis tanaman lain seperti cabai, tomat, atau kubis, sehingga dapat meningkatkan keuntungan dengan memanen lebih dari 1 jenis tanaman. Penanaman juga dapat dilakukan di rumah kasa atau di dalam polybag jika lahan yang tersedia sempit. 


2. Pengolahan Tanah

        Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggemburkan tanah terlebih dahulu menggunakan cangkul atau traktor sembari menambahkan pupuk organik berupa kompos. Kompos bisa berasal dari kotoran ternak atau dari limbah organik yang sudah didekomposisi yang berfungsi sebagai penggembur tanah dan untuk memaksimalkan serapan pupuk kimia. Selanjutnya tanah dibuat menjadi bedengan pertanaman dengan lebar 1,5 – 1,75 m dan juga membuat saluran air selebar 0,5 m. Jika perlu, bedengan tanaman juga bisa ditambahkan mulsa plastik hitam perak yang berfungsi menjaga kelembaban tanah dan mengusir hama. Kilauan cahaya yang dipantulkan mulsa dapat mengusir hama yang berasal dari ulat dan serangga.


3. Pemilihan Varietas Bawang Merah

          Bahan tanam bawang merah yang akan ditanam harus sehat, berpenampilan baik, utuh, dan bebas dari serangan hama/penyakit karena bahan tanam akan menentukan kualitas tanaman yang tumbuh. Litbang Pertanian (2017), merekomendasikan bawang merah varietas Maja, Katumi, dan Bima Curut untuk ditanam ketika musim kemarau dan menanam bawang merah varietas Katumi, Bangkok, Filipin, dan Sembrani ketika musim penghujan. 


4. Penanaman Bawang Merah

        Penanaman dilakukan dengan cara membenamkan umbi ke dalam tanah dengan jarak tanam 15 cm x 20 cm atau 20 cm x 20 cm. Untuk menghindari serangan penyakit layu fusarium sebaiknya bahan tanam juga diberi perlakuan/dilapisi dengan fungisida berbahan aktif mancozeb dengan dosis 100kg benih untuk 100g fungisida. Fungisida tersebut dapat mencegah infeksi penyakit yang diakibatkan jamur.


5. Penyiraman Bawang Merah

        Penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman pada setiap umurnya. Tanaman bawang merah berumur 0-5 HST dilakukan penyiraman 2 kali/hari, umur 6-25 HST dilakukan penyiraman 1 kali/hari, umur 26-50 HST dilakukan penyiraman 2 kali/hari, umur 51-60 HST dilakukan penyiraman 1 kali/hari (Litbang Pertanian, 2017). Waktu penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari


6. Pemupukan Bawang Merah 

     Dilakukan untuk memberikan hara tambahan bagi pertumbuhan tanaman. Menurut Litbang Pertanian (2017), rekomendasi dosis pemupukan susulan pertama bawang merah dapat menggunakan pupuk urea sebanyak 180kg dan ZA sebanyak 400kg, kemudian rekomendasi pemupukan susulan kedua sebaiknya menggunakan urea sebanyak 180kg. Pemupukan susulan pertama dilakukan 10 – 15 hari setelah tanam, sedangkan pemupukan susulan kedua dilakukan pada 30 – 35 hari setelah tanam. Aplikasi pemupukan dilakukan dengan cara disebar di atas bedengan. 


7. Penyiangan Gulma

        Dilakukan untuk menghindari persaingan ruang dan unsur hara antara tanaman utama (bawang merah) dengan gulma sehingga pupuk yang diberikan dapat benar-benar diserap oleh tanaman kita. Penyiangan dapat menggunakan cangkul, kored atau menggunakan tangan. Gulma yang tumbuh dapat diminimalisir dengan penggunaan mulsa plastik. Pengendalian kimia menggunakan herbisida tidak direkomendasikan karena bawang merah rentan terhadap herbisida, penyemprotan yang kurang pas dan malah mengenai tanaman bawang merah sangat beresiko merusak tanaman tersebut. 


8. Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah

        Pengendalian hama dan penyakit harus berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dimana tindakan pencegahan lebih baik daripada tindakan pengobatan. Oleh karena itu, pencegahan serangan hama dan penyakit dimulai sejak persiapan tanam. PHT juga berarti menggabungkan berbagai strategi pengendalian yang kompatibel sehingga pengendalian menjadi lebih efektif. Kunci dalam PHT adalah pengamatan keberadaan hama atau patogen yang menentukan kapan pengendalian kimia dilakukan. Berdasarkan konsep PHT pengendalian kimia dengan pestisida dilakukan jika keberadaan hama atau serangan penyakit sudah mencapai batas ambang ekonomi. Hal tersebut karena pestisida kimia mahal dan penggunaannya yang kurang bijaksana dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

        Pengendalian hama terpadu pada tanaman bawang merah dapat dimulai dengan pemilihan bahan tanam berkualitas, penggunaan mulsa, sistem tumpangsari/polikultur, pemupukan dan pengairan yang cukup, serta penggunaan pestisida jika diperlukan saja. 


9. Panen dan Pascapanen Bawang Merah

         Panen bawang merah untuk konsumsi segar semisal bumbu masak dapat dilakukan pada umur 50-55 hari setelah tanam, sedangkan untuk kebutuhan benih dapat dipanen ketika berumur 60-70 hari. Ciri-ciri fisik bawang merah siap panen diantaranya: 1) daun menguning, 2) pangkal daun lemes, 3) Umbi berwarna merah tua keunguan, 4) tanaman sudah rebah, 5) umbi kompak dan sedikit menyembul ke permukaan tanah. Sebaiknya bawang yang sudah dipanen segera dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan berbagai residu seperti pupuk kimia ataupun pestisida. 

Underground Mining Load Haul Dump (LHD) Loaders R1300G


        Underground Mining Load is a mandatory mining vehicle that is operated for levelling or carrying underground mining materials. Loaders R1300G is an Underground Mining made by CAT which is designed to work as efficiently as possible in a variety of conditions. It has a total vehicle weight of 13tons with a powerful 123kW engine that produces 12,000 kg of breaking power for maximum performance. The vehicle is able to carry more material thanks to the excellent and even weight distribution throughout the vehicle body, in accordance with the vehicle's vision to lower the cost per ton which is cheaper and more efficient.

        Loaders R1300G has implemented Go Green so that any emission that comes out will not have a significant negative impact on the surrounding environment, this is because it uses a diesel particulate filter that can reduce hazardous materials from the fuel emissions released, thus making the air quality better in the mining environment. The engine model used is the Cat® 3306B DITA series which is capable of producing a gross power of 165 HP with a nominal payload capacity of 14991 pounds. The engine is widely acclaimed and proven to be reliable and durable even at more frequent usage levels. Engine performance can reach maximum but with less fuel consumption. The upgraded engine is matched by increased torque which allows for effective transmission shifts when traversing steep grades, digging and crashing.

        Loaders R1300G is a vehicle that is very concerned about the maximum work durability factor without giving significant fatigue to the vehicle. This is because it is equipped with various supporting facilities such as oil-cooled pistons that can maintain piston quality and dissipate excess heat. Then there is also a cylinder liner water cooler that provides maximum heat transfer when the engine is running. In addition, there is also a turbocharger which can provide more efficient fuel consumption through the mechanism of packing cooler and denser air into the cylinders, resulting in more complete combustion of power and fewer emissions. This is proven in the efficiency of engine performance. The fuel intake uses a high-pressure injection system that provides the best fuel injection automation.

        The vehicle's transmission system uses 4 speed options that have been matched with a proven diesel engine for more constant power over a wide range of operating speeds. This vehicle is also designed to be able to produce in extreme underground mining so that every vehicle structure is strong and straightforward. The frame is designed to be able to withstand the extreme forces generated during the work cycle so that every manufacturing process is made as precise as possible to ensure all designs can be formed consistently and of high quality.

Track Loaders 973K


        It is a reliable heavy vehicle that can do even a number of jobs, from excavation, levelling, land & vegetation clearing, slope work and so on. So, with this 1 type of heavy equipment you can do a lot of work though so it is perfect for those of you who want to optimize work without having to spend a lot of money to buy other types of heavy equipment. This is thanks to the compatible attachment options including buckets, forks, and so on. This will result in a longer than usual duration of use of the machine considering the amount of work that can be done. For this reason, the 973K Track Loaders use the Cat C9.3 engine which produces a wheel force of 275 HP with a maximum load capacity of 4.2 yd³. The vehicle also has an operating weight of 63900lb with a quieter engine noise level than its competitors making it more comfortable in the working environment.

        The 973K's proven track loader performance is backed by an efficient hydraulic system. The most interesting thing about this vehicle is its ability to handle heat so it is suitable for use in the steel industry though. Heavy and extreme steel mills can be overcome without significant slag. The vehicle will also remain safe from exposure to heat because there are special shields and high temperature seals throughout the vehicle structure. Some of the other heat shields include welded side blades, anti-abrasion guards, lightning splash guards, special heat-resistant cab guards, cab top steel plates, metal-coated windshields, fire-resistant hydraulic fluids, and so on.

        Track Loaders 973K is described as a vehicle that can save money and operating time because of its multifunctional nature for various construction and industrial work applications. Of course, with the best work performance but more efficient fuel consumption. Proven by the use of 25% less fuel supported by an eco-emission mode that can be adjusted to the work being done. This vehicle also has reduced maintenance time thanks to the tilted cab and easy-to-reach service access points that are supported by professional CAT technicians to deal with any problems you encounter.

        Easy access to vehicle cleaning thanks to the effective cooling system of the engine compartment. Coupled with the LisionLink technology remote monitoring system that can facilitate the latest monitoring of every vehicle condition. This allows the vehicle to operate for decades into the future with routine maintenance carried out.

Pipelayers PL72


        Pipelayers PL72 is a type of machine specially designed to assist engineers in handling pipelines under any conditions, even the toughest conditions. This of course makes the components loaded in it must be strong in order to survive and operate optimally like other types of Cat products. Moreover, it is supported by the Cat C9.3 engine which is fabricated by Cat pipe dealers based on various experiences in order to produce the best pipeline performance with the help of super wheel strength that reaches 211 HP. In order for the best performance to be realized, the PL72 involves several other supports, such as an integrated powertrain resulting from the presence of a hydraulic system so that maneuverability increases. The increase in the PL72's maneuverability is also influenced by the differential which is able to perform the best  turns even in a limited area.

        Other improvements were also made to the center of gravity so that this machine with a lifting capacity of up to 90000 lb has the best tilt capability for high productivity. To achieve this, electro-hydraulic is also designed which promises precise control of variable speeds for cranes with higher response. This process certainly does not escape remote monitoring through Product Link which is very effective, especially for the entire management. The other offerings are in the form of ergonomic controls that position the implement and functionality controls in one hand, making it easier for the operator to manage them. Even more controllability is also obtained with the control handle that positions the counterweight, boom, and load correctly allowing it to be extended simultaneously.

        The various conveniences offered by the PL72 will of course always be worth the low operating costs. As the ease of service provided in full on the left side of the engine, dipstick, filler tube, air purifier, to oil & fuel filters. Service for the oil filter is carried out routinely and quickly but fairly standard, as well as for the fuel filter. The drain from the fuel drain tank is of course located at the back of the appliance so that it can engage the hydraulic filter simultaneously for easier servicing from ground level. Behind all that, this PL72 has the main components, namely the engine, transmission, and final drive that need to be maintained with the help of safety features that are more precisely designed for the operator. Among the most important safety features are the Load Moment Indicator (LMI) and an operator presence detection system that allows for idle when the operator is not detected sitting in place. In addition, visibility is enhanced by providing two additional cameras, additional mirrors, enlarged upper windows, to a spacious and comfortable cabin.