Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menanam Bawang Merah Hasil Melimpah

        KETIKNEWS.COM – Cara Menanam Bawang Merah – Bawang merah merupakan salah satu rempah wajib yang digunakan sebagai bumbu masakan agar cita rasa masakan tersebut semakin enak. Sehingga tidak aneh jika permintaan bawang merah di pasaran cukup tinggi bahkan mencapai pasar ekspor. Akan tetapi stok bawang merah yang terlalu banyak dipasaran juga dapat menyebabkan harganya turun. Oleh karena itu, pengamatan stok bawang merah perlu diamati setiap bulannya oleh pihak terkait atau pemerintah. 

        Penanaman bawang merah harus dilakukan dengan perencanaan tanam yang baik agar terhindar dari serangan hama atau penyakit yang dapat menurunkan kualitas bawang merah yang ditanam. Untuk lebih jelasnya mengenai cara budidaya bawang merah dengan hasil yang melimpah dapat disimak di bawah ini:

1. Perencanaan Tanam

        Ini meliputi penentuan lokasi tanam, waktu penanaman, dan sistem tanam. Penentuan lokasi tanam harus disesuaikan dengan persyaratan tumbuh bawang merah. Menurut Litbang pertanian (2017), bawang merah cocok dibudidayakan pada dataran rendah dengan suhu 25-31oC, kelembaban 50-70%, ketinggain 0-100m dpl, penyinaran matahari lebih dari 70%, serta beriklim tipe D3/E3, kemudian memiliki tanah berjenis aluvial dengan pH 5,6-6,5. Semua persyaratan ini harus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh secara optimal. 

        Waktu penanaman menjadi salah satu pertimbangan penting dalam budidaya bawang merah karena dapat menentukan ada tidaknya serangan hama dan penyakit. Menurut Litbang Pertanian (2017), penanaman bawang merah pada bulan April – Juni terbukti menghindari serangan ulat bawang, sedangkan penanaman pada bulan September – Oktober dapat menghindari serangan penyakit trotol. 

        Sistem penanaman bawang merah dapat dilakukan secara tumpanggilir dan tumpangsari dengan jenis tanaman lain seperti cabai, tomat, atau kubis, sehingga dapat meningkatkan keuntungan dengan memanen lebih dari 1 jenis tanaman. Penanaman juga dapat dilakukan di rumah kasa atau di dalam polybag jika lahan yang tersedia sempit. 


2. Pengolahan Tanah

        Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggemburkan tanah terlebih dahulu menggunakan cangkul atau traktor sembari menambahkan pupuk organik berupa kompos. Kompos bisa berasal dari kotoran ternak atau dari limbah organik yang sudah didekomposisi yang berfungsi sebagai penggembur tanah dan untuk memaksimalkan serapan pupuk kimia. Selanjutnya tanah dibuat menjadi bedengan pertanaman dengan lebar 1,5 – 1,75 m dan juga membuat saluran air selebar 0,5 m. Jika perlu, bedengan tanaman juga bisa ditambahkan mulsa plastik hitam perak yang berfungsi menjaga kelembaban tanah dan mengusir hama. Kilauan cahaya yang dipantulkan mulsa dapat mengusir hama yang berasal dari ulat dan serangga.


3. Pemilihan Varietas Bawang Merah

          Bahan tanam bawang merah yang akan ditanam harus sehat, berpenampilan baik, utuh, dan bebas dari serangan hama/penyakit karena bahan tanam akan menentukan kualitas tanaman yang tumbuh. Litbang Pertanian (2017), merekomendasikan bawang merah varietas Maja, Katumi, dan Bima Curut untuk ditanam ketika musim kemarau dan menanam bawang merah varietas Katumi, Bangkok, Filipin, dan Sembrani ketika musim penghujan. 


4. Penanaman Bawang Merah

        Penanaman dilakukan dengan cara membenamkan umbi ke dalam tanah dengan jarak tanam 15 cm x 20 cm atau 20 cm x 20 cm. Untuk menghindari serangan penyakit layu fusarium sebaiknya bahan tanam juga diberi perlakuan/dilapisi dengan fungisida berbahan aktif mancozeb dengan dosis 100kg benih untuk 100g fungisida. Fungisida tersebut dapat mencegah infeksi penyakit yang diakibatkan jamur.


5. Penyiraman Bawang Merah

        Penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman pada setiap umurnya. Tanaman bawang merah berumur 0-5 HST dilakukan penyiraman 2 kali/hari, umur 6-25 HST dilakukan penyiraman 1 kali/hari, umur 26-50 HST dilakukan penyiraman 2 kali/hari, umur 51-60 HST dilakukan penyiraman 1 kali/hari (Litbang Pertanian, 2017). Waktu penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari


6. Pemupukan Bawang Merah 

     Dilakukan untuk memberikan hara tambahan bagi pertumbuhan tanaman. Menurut Litbang Pertanian (2017), rekomendasi dosis pemupukan susulan pertama bawang merah dapat menggunakan pupuk urea sebanyak 180kg dan ZA sebanyak 400kg, kemudian rekomendasi pemupukan susulan kedua sebaiknya menggunakan urea sebanyak 180kg. Pemupukan susulan pertama dilakukan 10 – 15 hari setelah tanam, sedangkan pemupukan susulan kedua dilakukan pada 30 – 35 hari setelah tanam. Aplikasi pemupukan dilakukan dengan cara disebar di atas bedengan. 


7. Penyiangan Gulma

        Dilakukan untuk menghindari persaingan ruang dan unsur hara antara tanaman utama (bawang merah) dengan gulma sehingga pupuk yang diberikan dapat benar-benar diserap oleh tanaman kita. Penyiangan dapat menggunakan cangkul, kored atau menggunakan tangan. Gulma yang tumbuh dapat diminimalisir dengan penggunaan mulsa plastik. Pengendalian kimia menggunakan herbisida tidak direkomendasikan karena bawang merah rentan terhadap herbisida, penyemprotan yang kurang pas dan malah mengenai tanaman bawang merah sangat beresiko merusak tanaman tersebut. 


8. Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah

        Pengendalian hama dan penyakit harus berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), dimana tindakan pencegahan lebih baik daripada tindakan pengobatan. Oleh karena itu, pencegahan serangan hama dan penyakit dimulai sejak persiapan tanam. PHT juga berarti menggabungkan berbagai strategi pengendalian yang kompatibel sehingga pengendalian menjadi lebih efektif. Kunci dalam PHT adalah pengamatan keberadaan hama atau patogen yang menentukan kapan pengendalian kimia dilakukan. Berdasarkan konsep PHT pengendalian kimia dengan pestisida dilakukan jika keberadaan hama atau serangan penyakit sudah mencapai batas ambang ekonomi. Hal tersebut karena pestisida kimia mahal dan penggunaannya yang kurang bijaksana dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

        Pengendalian hama terpadu pada tanaman bawang merah dapat dimulai dengan pemilihan bahan tanam berkualitas, penggunaan mulsa, sistem tumpangsari/polikultur, pemupukan dan pengairan yang cukup, serta penggunaan pestisida jika diperlukan saja. 


9. Panen dan Pascapanen Bawang Merah

         Panen bawang merah untuk konsumsi segar semisal bumbu masak dapat dilakukan pada umur 50-55 hari setelah tanam, sedangkan untuk kebutuhan benih dapat dipanen ketika berumur 60-70 hari. Ciri-ciri fisik bawang merah siap panen diantaranya: 1) daun menguning, 2) pangkal daun lemes, 3) Umbi berwarna merah tua keunguan, 4) tanaman sudah rebah, 5) umbi kompak dan sedikit menyembul ke permukaan tanah. Sebaiknya bawang yang sudah dipanen segera dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan berbagai residu seperti pupuk kimia ataupun pestisida. 

Post a Comment for "Cara Menanam Bawang Merah Hasil Melimpah"