Saturday, September 1, 2018

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH

HB (HEMOGLOBIN)

Hemoglobin adalah molekul di dalam eritrosit (sel darah merah) dan bertugas untuk mengangkut oksigen. Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan oleh kadar Hemoglobin.
Nilai normal Hb :












Wanita
12-16 gr/dL


Pria

14-18 gr/dL


Anak

10-16 gr/dL


Bayi baru lahir

12-24gr/dL


Penurunan Hb terjadi pada penderita: anemia penyakit ginjal, dan pemberian cairan intra-vena (misalnya infus) yang berlebihan. Selain itu dapat pula disebabkan oleh obat-obatan tertentu seperti antibiotika, aspirin, antineoplastik (obat kanker), indometasin (obat antiradang).

Peningkatan Hb terjadi pada pasien dehidrasi, penyakit paru obstruktif menahun (COPD), gagal jantung kongestif, dan luka bakar. Obat yang dapat meningkatkan Hb yaitu metildopa (salah satu jenis obat darah tinggi) dan gentamicin (Obat untuk infeksi pada kulit


TROMBOSIT (PLATELET)

Trombosit adalah komponen sel darah yang berfungsi dalam proses menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan.

Penurunan sampai di bawah 100.000 permikroliter (Mel) berpotensi terjadi perdarahan dan hambatan perm- bekuan darah. Jumlah normal pada tubuh manusia adalah 200.000-400.ooo/Mel darah. Biasanya dikaitkan dengan penyakit demam berdarah.

HEMATOKRIT (HMT)

Hematokrit menunjukkan persentase zat padat (kadar sel darah merah, dan Iain-Iain) dengan jumlah cairan darah. Semakin tinggi persentase HMT berarti konsentrasi darah makin kental. Hal ini terjadi karena adanya perembesan (kebocoran) cairan ke luar dari pembuluh darah sementara jumlah zat padat tetap, maka darah menjadi lebih kental.Diagnosa DBD (Demam Berdarah Dengue) diperkuat dengan nilai HMT > 20 %.

Nilai normal HMT :








Anak

33 -38%



Pria dewasa

40 – 48 %


Wanita dewasa

37 – 43 %


Penurunan HMT terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut (kehilangan darah secara mendadak, misal pada kecelakaan), anemia, leukemia, gagalginjal kronik, mainutrisi, kekurangan vitamin B dan C, kehamilan, ulkuspeptikum (penyakit tukak lambung).

Peningkatan HMT terjadi pada dehidrasi, diare berat,eklampsia (komplikasi pada kehamilan), efek pembedahan, dan luka bakar, dan Iain-Iain.

LEUKOSIT (SEL DARAH PUTIH)


Leukosit adalah sel darah putih yang diproduksi oleh jaringan hemopoetik yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Nilai normal :









Bayi baru lahir

9000 -30.000 /mm3


Bayi/anak

9000 – 12.000/mm3


Dewasa

4000-10.000/mm3


Peningkatan jumlah leukosit (disebut Leukositosis) menunjukkan adanya proses infeksi atau radang akut,misalnya pneumonia (radang paru-paru), meningitis (radang selaput otak), apendiksitis (radang usus buntu), tuberculosis, tonsilitis, dan Iain-Iain. Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya aspirin, prokainamid, alopurinol, antibiotika terutama ampicilin, eritromycin, kanamycin, streptomycin, dan Iain-Iain.

Penurunan jumlah Leukosit (disebut Leukopeni) dapat terjadi pada infeksi tertentu terutama virus, malaria, alkoholik, dan Iain-Iain. Selain itu juga dapat disebabkan obat-obatan, terutama asetaminofen (parasetamol),kemoterapi kanker, antidiabetika oral, antibiotika (penicillin, cephalosporin, kloramfenikol), sulfonamide (obat anti infeksi terutama yang disebabkan oleh bakter).

Hitung Jenis Leukosit (Diferential Count)

Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit yang ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit.

Hasil pemeriksaan ini dapat menggambarkan secara spesifik kejadian dan proses penyakit dalam tubuh, terutama penyakit infeksi. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit. Salah satu jenis leukosit yang cukup besar, yaitu 2x besarnya eritrosit (se! darah merah), dan mampu bergerak aktif dalam pembuluh darah maupun di luar pembuluh darah. Neutrofil paling cepat bereaksi terhadap radang dan luka dibanding leukosit yang lain dan merupakan pertahanan selama fase infeksi akut.

Peningkatan jumlah neutrofil biasanya pada kasus infeksi akut, radang, kerusakan jaringan, apendiksitis akut (radang usus buntu), dan Iain-Iain.

Penurunan jumlah neutrofil terdapat pada infeksi virus, leukemia, anemia defisiensi besi, dan Iain-Iain.

EOSINOFIL

Eosinofil merupakan salah satu jenis leukosit yang terlibatdalam alergi dan infeksi (terutama parasit) dalam tubuh, dan jumlahnya 1 – 2% dari seluruh jumlah leukosit. Nilai normal dalam tubuh: 1 – 4%

Peningkatan eosinofil terdapat pada kejadian alergi, infeksi parasit, kankertulang, otak, testis, dan ovarium. Penurunan eosinofil terdapat pada kejadian shock, stres, dan luka bakar.

BASOFIL

Basofil adalah salah satu jenis leukosit yang jumlahnya 0,5 -1% dari seluruh jumlah leukosit, dan terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang seperti asma, alergi kulit, dan lain-lain.Nilai normal dalam tubuh: o -1%

Peningkatan basofil terdapat pada proses inflamasi(radang), leukemia, dan fase penyembuhan infeksi.

Penurunan basofil terjadi pada penderita stres, reaksi hipersensitivitas (alergi), dan kehamilan

LIMPOSIT

Salah satu leukosit yang berperan dalam proses kekebalan dan pembentukan antibodi. Nilai normal: 20 – 35% dari seluruh leukosit.

Peningkatan limposit terdapat pada leukemia limpositik, infeksi virus, infeksi kronik, dan Iain-Iain.

Penurunan limposit terjadi pada penderita kanker, anemia aplastik, gagal ginjal, dan Iain-Iain.

MONOSIT
Monosit merupakan salah satu leukosit yang berinti besar dengan ukuran 2x lebih besar dari eritrosit sel darah merah), terbesar dalam sirkulasi darah dan diproduksi di jaringan limpatik. Nilai normal dalam tubuh: 2 – 8% dari jumlah seluruh leukosit.

Peningkatan monosit terdapat pada infeksi virus,parasit (misalnya cacing), kanker, dan Iain-Iain.

Penurunan monosit terdapat pada leukemia limposit dan anemia aplastik.

ERITROSIT

Sel darah merah atau eritrosit berasal dari Bahasa Yunani yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung. Eritrosit adalah jenis se) darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. Pada orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen rendah maka cenderung memiliki sel darah merah lebih banyak.

Nilai normal eritrosit :


Pria

4,6 – 6,2 jt/mm3


Wanita

4,2 – 5,4 jt/mm3


MASA PERDARAHAN

Pemeriksaan masa perdarahan ini ditujukan pada kadar trombosit, dilakukan dengan adanya indikasi (tanda-tanda) riwayat mudahnya perdarahan dalam keiuarga.

Nilai normal :


dengan Metode Ivy

3-7 menit


dengan Metode Duke

1-3 menit


Waktu perdarahan memanjang terjadi pada penderita trombositopeni (rendahnya kadar trombosit hingga 50.000 mg/dl), ketidaknormalan fungsi trombosit, ketidaknormalan pembuluh darah, penyakit hati tingkat berat, anemia aplastik, kekurangan faktor pembekuan darah, dan leukemia. Selain itu perpanjangan waktu perdarahan juga dapat disebabkan oleh obat misalnya salisilat (obat kulit untuk anti jamur), obat antikoagulan warfarin (anti penggumpalan darah), dextran, dan Iain-Iain.

Masa Pembekuan

Merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama diperlukan waktu untuk proses pembekuan darah. Hal ini untuk memonitor penggunaan antikoagulan oral (obat-obatan anti pembekuan darah). Jika masa pembekuan >2,5 kali nilai normal, maka potensial terjadi perdarahan.Normalnya darah membeku dalam 4 – 8 menit (Metode Lee White).

Penurunan masa pembekuan terjadi pada penyakit infark miokard (serangan jantung), emboli pulmonal (penyakit paru-paru), penggunaan pil KB, vitamin K, digitalis (obat jantung), diuretik (obat yang berfungsi mengeluarkan air, misal jika ada pembengkakan).

Perpanjangan masa pembekuan terjadi pada penderita penyakit hati, kekurangan faktor pembekuan darah, leukemia, gagal jantung kongestif.

LAJU ENDAP DARAH (LED)

LED untuk mengukur kecepatan endap eritrosit (sel darah merah) dan menggambarkan komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit (sel darah merah) dan plasma. LED dapat digunakan sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi, perjalanan penyakit, terutama pada penyakit kronis seperti Arthritis Rheumatoid (rematik), dan TBC.

Peningkatan LED terjadi pada infeksi akut lokal atau sistemik (menyeluruh), trauma, kehamilan trimester II dan III, infeksi kronis, kanker, operasi, luka bakar.Penurunan LED terjadi pada gagal jantung kongestif, anemia sel sabit, kekurangan faktor pembekuan, dan angina pektoris (serangan jantung).Selain itu penurunan LED juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat seperti aspirin, kortison, quinine, etambutol.

G6PD (GLUKOSA 6 PHOSFAT DEHIDROGENASE)

Merupakan pemeriksaan sejenis enzim dalam sel darah merah untuk melihat kerentanan seseorang terhadap anemia hemolitika. Kekurangan G6PD merupakan kelainan genetik terkait gen X yang dibawa kromosom wanita. Nilai normal dalam darah yaitu G6PD negatif

Penurunan G6PD terdapat pada anemia hemolitik, infeksi bakteri, infeksi virus, diabetes asidosis.
Peningkatan G6PD dapat juga terjadi karena obat-obatan seperti aspirin, asam askorbat (vitamin C) vitamin K, asetanilid.

BMP (BONE MARROW PUNCTION)


Pemeriksaan mikroskopis sumsum tulang untuk menilai sifat dan aktivitas hemopoetiknya (pembentukan sel darah). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penderita yang dicurigai menderita leukemia.

Nilai normal rasio M-E (myeloid-eritrosit) atau perbandingan antara leukosit berinti dengan eritrosit berinti yaitu 3 :1 atau 4 :1

HEMOSIDERIN/FERITIN

Hemosiderin adalah cadangan zat besi dalam tubuh yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya kekurangan zat besi dalam tubuh yang mengarah ke risiko menderita anemia.

PEMERIKSAAN ALKOHOL DALAM PLASMA


Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya intoksikasi alkohol (keracunan alkohol) dan dilakukan untuk kepentingan medis dan hukum. Peningkatan alkohol darah melebihi 100 mg/dl tergolong dalam intoksikasi alkohol sedang berat dan dapat terjadi pada peminum alkohol kronis, sirosis hati, malnutrisi, kekurangan asam folat, pankreatitis akut (radang pankreas), gastritis (radang lambung), dan hipo-glikemia (rendahnya kadar gula dalam darah).

PEMERIKSAAN TOLERANSI LAKTOSA
Laktosa adalah gula sakarida yang banyak ditemukan dalam produk susu dan olahannya. Laktosa oleh enzim usus akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa. Penumpukan laktosa dalam usus dapat terjadi karena kekurangan enzim laktase, sehingga menimbulkan diare, kejang abdomen (kejang perut), dan flatus (kentut) terus-menerus, hal ini disebut intoleransi laktosa. dalam jumlah besar kemudian diperiksa kadar gula darah . Apabila nilai glukosa darah sewaktu >20 mg/dl dari nilai gula darah puasa berarti laktosa diubah menjadi glukosa atau toleransi laktosa, dan apabila glukosa sewaktu <20 mg/dl dari kadar gula darah puasa, berarti terjadi intoleransi glukosa. Sebaiknya menghindari konsumsi produk susu. Hal ini dapat diatasi dengan sedikit demi sedikit membiasakan konsumsi produk susu.

Nilai normal :


dalam plasma

< 0,5 mg/dl


dalam urin

12-40 mg/dl



LDH (LAKTAT DEHIDROGENASE)

Merupakan salah satu enzim yang melepas hidrogen, dan tersebar luas pada jaringan terutama ginjal, rangka, hati, dan otot jantung.

Peningkatan LDH menandakan adanya kerusakan jaringan. LDH akan meningkat sampai puncaknya 24-48 jam setelah infark miokard (serangan jantung) dan tetap normal 1-3 minggu kemudian. Nilai normal: 80 – 240 U/L

SGoT (Serum Glutamik Oksoloasetik
Transaminase)

Merupakan enzim transaminase, yang berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung. Pelepasan SGOT yang tinggi dalam serum menunjukkan adanya kerusakan pada jaringan jantung dan hati.

Nilai normal :


Pria

s.d.37 U/L


Wanita

s.d. 31 U/L


Pemeriksan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya intoleransi laktosa dengan cara memberi minum laktosa
Peningkatan SGOT <3x normal = terjadi karena radang otot jantung, sirosis hepatis, infark paru, dan Iain-lain.

Peningkatan SGOT 3-5X normal = terjadi karena sumbatan saluran empedu, gagal jantung kongestif, tumor hati, dan Iain-lain.

Peningkatan SGOT >5x normal = kerusakan sei-sel hati, infark miokard (serangan jantung), pankreatitis akut (radang pankreas), dan Iain-lain.

SGPT (Serum Glutamik Pyruvik Transaminase)

Merupakan enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama hati. Peningkatan dalam serum darah menunjukkan adanya trauma atau kerusakan hati.

Nilai normal :


Pria

sampai dengan 42 U/L


Wanita

sampai dengan 32 U/L


Peningkatan >20x normal terjadi pada hepatitis virus, hepatitis toksis.
Peningkatan 3 – 10x normal terjadi pada infeksi mond nuklear, hepatitis kronik aktif, infark miokard (serangan jantung).
Peningkatan 1 – 3X normal terjadi pada pankreatitis, sirosis empedu.


ASAM URAT

Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin (bagian penting dari asam nukleat pada DNA dan RNA).Purin terdapat dalam makanan antara lain: daging, jeroan, kacang-kacangan, ragi, melinjo dan hasil olahannya. Pergantian purin dalam tubuh berlangsung terus-menerus dan menghasilkan banyak asam urat walaupun tidak ada input makanan yang mengandung asam urat.

Asam urat sebagian besar diproduksi di hati dan diangkut ke ginjal. Asupan purin normal melalui makanan akan menghasilkan 0,5 -1 gr/hari. Peningkatan asam urat dalam serum dan urin bergantung pada fungsi ginjal, metabolisme purin, serta asupan dari makanan. Asam urat dalam urin akan membentuk kristal/batu dalam saluran kencing. Beberapa individu dengan kadar asam urat >8mg/dl sudah ada keluhan dan memerlukan pengobatan.

Nilai normal :


Pria

3,4 – 8,5 mg/dl (darah)


Wanita

2,8 – 7,3 mg/dl (darah)


Anak

2,5 – 5,5 mg/dl (darah)


Lansia

3,5 – 8,5 mg/dl (darah)


Dewasa

250 – 750 mg/24 jam (urin)


Peningkatan kadar asam urat terjadi pada alkoholik, leukemia, penyebaran kanker, diabetes mellitus berat, gagal ginjal, gagal jantung kongestif, keracunan timah hitam, malnutrisi, latihan yang berat. Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya asetaminofen, vitamin C,aspirin jangka panjang,diuretik.

Penurunan asam urat terjadi pada anemia kekurangan asam folat, luka bakar, kehamilan, dan Iain-Iain. Obat-obat yang dapat menurunkan asam urat adalah allopurinol, probenesid, dan Iain-Iain.
Kreatinin

Merupakan produk akhir metabolisme kreatin otot dan kreatin fosfat (protein) diproduksi dalam hati. Ditemukan dalam otot rangka dan darah, dibuang melalui urin. Peningkatan dalam serum tidak dipengaruhi oleh asupan makanan dan cairan.

Nilai normal dalam darah :


Pria

0,6 – 1,3 mg/dl


Wanita

0,5 – 0,9 mg/dl


Anak

0,4 -1,2 mg/dl


Bayi

0,7 -1,7 mg/dl


Bayi baru lahir

0,8 -1,4 mg/dl


Peningkatan kreatinin dalam darah menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal dan penyusutan massa otot rangka. Hal ini dapat terjadi pada penderita gagal ginjal, kanker, konsumsi daging sapi tinggi, serangan jantung. Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kreatinin nyaitu vitamin C, antibiotik golongan sefalosporin,aminoglikosid, dan Iain-Iain.


BUN (BLOOD UREA NITROGEN)

BUN adalah produk akhir dari metabolisme protein, dibuat oleh hati. Pada orang normal, ureum dikeluarkan melalui urin.


Nilai normal :


Dewasa

5-25 mg/dl


Anak

5-20 mg/dl


Bayi

5-15 mg/dl


Rasio nitrogen urea dan kreatinin = 12 :1 – 20 :1


Pemeriksaan Trigliserida

Merupakan senyawa asam lemak yang diproduksi dari karbohidrat dan disimpan dalam bentuk lemak hewani. Trigliserida ini merupakan penyebab utama penyakit penyumbatan arteri dibanding kolesterol.

Nilai normal :


Bayi

5-4o mg/dl


Anak

10-135 mg/dl


Dewasa muda

s/dl50 mg/dl


Tua (>50 tahun)

s/d 190 mg/dl


Penurunan kadartrigliserid serum dapatterjadi karena malnutrisi protein, kongenital (kelainan sejak lahir). Obat-obatan yang dapat menurunkan trigliserida yaitu asam askorbat (vitamin C), metformin (obata anti diabetik oral).

Peningkatan kadar trigliserida terjadi pada hipertensi (penyakit darah tinggi), sumbatan pembuluh darah otak,diabetes mellitus tak terkontrol, diet tinggi karbohidrat, kehamilan. Dari golongan obat, yang dapat meningkatkan trigliserida yakni pil KB terutama estrogen.

Jenis Pemeriksaan Laboratorium

Kimia Klinik. Pemeriksaan lab dalam bagian kimia klinik ini mempunyai tujuan mendeteksi awal adanya infeksi virus, memperkirakan status imun seseorang dan juga dapat digunakan dalam rangka pemantauan respon pasca vaksinasi.

Hematologi. Pemeriksaan darah hematologi ini adalah bagian dari penilaian komponen sel darah secara lebih lengkap, yang bertujuan dan bermanfaat dalam rangka mengetahui adanya kelainan darah seperti anemia ( kurang darah ), adanya infeksi atau kelainan sel darah putih yang lain, alergi dan gangguan pembekuan darah akibat kelainan jumlah trombosit. Pemeriksaan meliputi keseluruhan darah dan plasma. Mereka melakukan perhitungan darah dan selaput darah

Imunologi. Pemeriksaan imunologo darah ini bertujuan untuk mendeteksi awal adanya infeksi virus, mempekirakan status imun dan juga menguji antibodi pada diri seseorang yang akan diperiksa terkait dengan penyakit yang sedang dialami.

Mikrobiologi. Yang dimaksud dengan pemeriksaan mikrobiologi adalah pemeriksaan lab terhadap sampel darah, urin , feses , serta sekret dan kerokan kulit yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis, pengecatan maupun pembiakan.

Patologi. Adalah merupakan jenis pemeriksaan bedah menguji organ, ekstremitas, tumor, janin, dan jaringan lain yang dibiopsi pada bedah seperti masektomi payudara.

Sitologi. Adalah jenis pemeriksaan untuk menguji usapan sel (seperti dari mulut rahim) untuk membuktikan kanker dan lain-lain.

Serologi. Menerima sampel serum untuk mencari bukti penyakit seperti Hepatitis atau HIV AIDS.

PCR (Polimerase Chain Reaction). Merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus, untuk mengetahui ada tidaknya virus / DNA virus, untuk memperkirakan jumlah virus dalam tubuh, untuk mengetahui jenis virus ( genotipe atau subgenotipe ) yang menginfeksi.

Tujuan Pemeriksaan Laboratorium Darah

Ada beberapa tujuan dan manfaat dari pemeriksaan darah maupun pemeriksaan laboratorium lainnya yaitu diantaranya :

Pemeriksaan Penunjang dalam menegakkan diagnosis penyakit.

Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis.

Membantu pemantauan pengobatan dan juga pemberian obat.

Memantau perkembangan penyakit pasien.

Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis yang mungkin menyertai.

Menyediakan informasi prognostik atau perjalanan sebuah penyakit.

Persiapan Pasien Yang akan diperiksa laboratorium.

Beberapa persiapan yang umumnya dilakukan seseorang ketikan akan dilaksanakan dan dilakukan pemeriksaan laboratorium antara lain adalah sebagai berikut :

Puasa 10 sampai 12 jam, dianjurkan untuk puasa malam hari dan diambil darahnya di pagi harinya.

Tidak diperkenankan untuk meminum obat-obatan kecuali obat yang digunakan untuk tujuan pemeriksaan. Hal ini berdasarkan petunjuk dan arahan dari dokter atau medis.

Panel Pemeriksaan Laboratorium



PANEL DEMAM.

Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya penyakit infeksi yang dapat menimbulkan demam seperti halnya infeksi saluran nafas (Bronchitis, TBC), Infeksi Saluran kemih, Demam Typhoid, Demam Berdarah, Malaria dan lain-lain. Untuk tujuan pengobatan dan mengetahui perjalanan penyakit dapat dilakukan dengan kultur (biakan kuman dan juga dengan tes kepekaan kuman terhadap antibiotika.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah :

Hematologi Rutin.

Urin Rutin.

Malaria (Sediaan apus darah tepi).

Widal, Anti Dengue IgG, IgM.

SGOT, SGPT.

PANEL GANGGUAN FUNGSI HATI dan PETANDA HEPATITIS.

Manfaat dan kegunaan pemeriksaan fungsi hati dan penyakit hepatitis ini adalah untuk mengetahui gangguan fungsi hati dan radang atau infeksi hati.

Pemeriksaan Gangguan Funsi Hati meliputi :

SGOT, SGPT.

Gamma GT, Alkali Fosfatase.

Total Protein dan fraksinya.

Bilirubin Total.

Pemeriksaan Petanda Hepatitis terdiri dari :

gM anti HAV

HBsAg.

Anti HCV.

Pemeriksaan uji saring vaksinasi hepatitis B adalah berupa pemeriksaan : HbsAg, Anti Hbs dan anti Hbc.

PANEL GANGGUAN FUNGSI GINJAL.

Tujuan dan kegunaan pemeriksaan fungsi ginjal adalah dalam rangka mengetahui adanya gangguan pada fungsi ginjal seseorang.

Jenis Pemeriksaan Fungsi Ginjal antara lain adalah sebagai berikut :

Urin Rutin.

Ureum, Kreatinin, Asam Urat.

Elektrolit yang terdiri dari : Natrium (Na), Kalium (K), Clorida (Cl), Kalsium.

Fosfat Anorganik (Pada umumnya diperiksa bagi usia > 40 tahun).

PANEL UJI SARING ANEMIA.

Kegunaan manfaat pemeriksaan laboratorium ini adalah untuk mengetahui adanya anemia dan juga mengetahui penyebab anemia.

Jenis Pemeriksaan yang dilakukan antara lain adalah sebagai berikut :

Analyzer Hematologi (HB,Ht,Leukosit,Hitung jenis lekosit,Indeks eritrosit.

Gambaran darah tepi, retikulosit.

Fe Serum, Fenritin, TIBC.

PANEL GANGGUAN METABOLISME GULA (DIABETES MELLITUS).

Pemeriksaan untuk diagnosa DM dan juga untuk follow up penyakit kencing manis adalah dengan pemeriksaan gula darah dan urin puasa gula darah dan urin 2 jam pp.

Pemeriksaan Laboratorium Pengelolaan Penyakit DM adalah dengan melakukan pemeriksaan lab gula darah puasa dan 2 jam PP, HbA1c (dilakukan setiap 3 bulan), urin rutin, benda keton, ureum, kreatinin, asam urat, Mikroalbumin, Kolesterol total, HDL Kolesterol, LDL Kolesterol, Trigliserida.



2. URINE

a. Pemeriksaan urine merupakan pemeriksaan yang menggunakan bahan atau specimen urine. Antara lain :

o Asam urat

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi berbagai kelainan pada penyakit ginjal, eklampsia, keracunan timah hitam dan leukemia.

Cara : - tampung urine 24 jam dan masukan ke dalam botol/ tabung

- berikan label dan tanggal pengambilan



o Bilirubin

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit obstruktif saluran empedu, penyakit hepar dan kanker hepar.

Cara : - gunakan ictotet atau tablet bili-labstex untuk pemeriksaan bilirubiuria.

- tetskan urine + 5 tetes pada tempat pemeriksaan

asbestos- cellulose.

- masukan tablet dan tambahan 2 tetes air

- hasil positif jika warna biru/ ungu

- hasil negative jika warna merah



o Human Chorionic Gonadotropin ( HCG )

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kehamilan

Cara : - anjurkan puasa 8-12 jam cairan

- ambil urine 60ml, kemudian lakukan pengumpulan selama 14

jam.

- berikan label dan tanggal



b. Jenis urine

1. Urine sewaktu

Urine yang dikeluarkan seawktu- waktu bila diperlukan pemeriksaan

2. Urine pagi

Urine yang pertama dikeluarkan sewaktu pasien bangun tidur

3. Urine pasca prandial

Urine yang pertama kali dikeluarkan setelah pasien makan

4. Urine 24 jam : urine yang dikumpulkan selama 24 jam



Pemeriksaan lain yang menggunakan specimen urine antara lain, pemeriksaan uriilinogen untuk menentukan kadar kerusakan hepar, penyakit hemolisis dan infeksi berat. Pemeriksaan urinealisasi digunakan untuk menentukan berat jenis kadar glukosa dan pemeriksaan lainnya.



2. FESES

Pemeriksaan dengan bahan feses dilakukan untuk mendeteksi adanya kuman seperti, salmonella, shigella, escherichiacoli, staphylococcus dll.

Persiapan dan Pelaksanaan :

1. Tampung bahan dengan menggunakan spatel steril

2. Tempatkan feses dalam wadah steril dan ditutup

3. Feses jangan dicampur dengan urine

4. Jangan berikan Barium atau minyak mineral yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

5. berikan label nama dan tanggal pengambilan bahan pemeriksaan

3. SPUTUM

Pemeriksaan dengan bahan secret atau sputum dilakukan untuk mendeteksi adanya kuman.

Persiapan dan Pelaksanaan :

1. Siapkan wadah dalam keadaan steril

2. Dapatkan sputum pada pagi hari sebelum makan

3. Anjurkan pasien untuk batuk agar mengeluarkan sputum

4. Pertahankan wadah dalam keadaan tertutup

5. Bila kultur untuk pemeriksaan BTA ( Bakteri Tahan Asam ) ikut instruksi yang ada pada botol penampung. Biasanya diperlukan 5-10 cc sputum yang dilakukan selama 3 hari berturut turut.



2.3 Persiapan Pemeriksaan Diagnostik

Ultrasonografi ( USG )

USG merupakan suatu prosedur diagnosis yang dilakukan di atas permukaan kulit/ di rongga tubuh menghasilkan suatu ultrasound di dalam jaringan. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur jaringan tubuh, untuk mendeteksi berbagai kelainan pada abdomen, otak, jantung dan ginjal.

Persiapan dan Pelaksanaan :

1. Lakukan informed consent

2. Anjurkan pasien untuk berpuasa makan dan minum 8-12 jam sebelum pemeriksaan USG aorta abdomen, kantung empedu, hepar, limpa dan pancreas.

3. Oleskan Jelly konduktif pada permukaan kulit yang akan dilakukan USG

4. Transduser dipegang dengan tangan dan gerakan ke depan dan ke belakang diatas permukaan kulit.

5. Lakukan antara 10-30 menit

6. Premedikasi jarang dilakukan, hanya bila pasien dalam keadaan gelisah

7. Pasien tidak boleh merokok sebelum pemeriksaan untuk mencegah masuknya udara.

8. Pada pemeriksan obstruktif ( Trimester pertama & kedua ) pelvis dan ginjal pasien ketiga, pemeriksaan dilakukan pada saat kandung kemih kosong.

9. Bila pemeriksaan pada jantungn anjurkan untuk bernafas secara perlahan- lahan

10. Bila pemeriksaan pada otak, lepaskan semua perhiasan dari leher dan jepit rambut dari kepala.



RONTGEN

Rontgen atau dikenal dengan sinar x merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan peran sinar x untuk melakukan skrining dan mendeteksi kelainan pada berbagai organ diantaranya jantung, abdomen, ginjal, ureter, kandung kemih, tenggorokan dan rangka.

Persiapan dan Pelaksanaan :

1. Lakukan informed consent

2. Tidak ada pembatasan makanan / cairan

3. Pada dada pelaksanaan foto dengan posisi PA ( Posterior Anterior) dapat dilakukan dengan posisi berdiri dan PA lateral dapat juga dilakukan.

4. Anjurkan pasien untuk tarik nafas dan menahan nafas pada wakru pengambilan foto sinar x.

5. Pada jantung, foto PA dan lateral kiri dapat diindikasikan untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk jantung.

6. Pada abdomen, baju harus dilepaskan dan gunakan baju kain, pasien tidur terlentang dengan tangan menjauh dari tubuh serta testis harus dilindungi.

7. Pada tengkorak, penjepit rambut, kacamata dan gigi palsu harus dlepaskan sebelum pelaksanaan foto.

8. Pada rangka, bila dicurigai terdapat fraktur maka anjurkan puasa dan immobilisasi pada daerah fraktur.



PAP SMEAR ( Papanicolaou Smear )

Pap smear merupakan pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji efek pemberian hormon seks serta mengkaji respons terhadap kemoterapi dan radiasi.

Persiapan dan pelaksanaan :

1. Lakukan informed consent

2. Tidak ada pembatasan makanan dan cairan

3. Anjurkan pasien untuk tidak melakukan irigasi vagina ( pembersihan vagina dengan zat lain ) memasukan obat melalui vagina atau melakukan hubungan seks sekurang- kurangnya 24 jam

4. Spekulum yang sudah dilumasi dengan air dengan air megalir dimasukan ke vagina .

5. Pap stick digunakan untuk mengusap serviks kemudian pindahkan ke kaca mikroskop dan dibenamkan ke dalam cairan fiksasi.

6. Berikan label nama dan tanggal pemeriksaan



MAMMOGRAFI

Merupakan pemeriksaan dengan bantuan sinar x yang dilakukan pada bagian

payudara untuk mendeteksi adanya kista / tumor dan menilai payudara secara

periodik.

Persiapan dan Pelaksanaan :

1. Lakukan informed consent

2. Tidak ada pembatasan cairan dan makanan

3. Baju dilepas sampai pinggang dan perhiasan pada leher

4. Gunakan pakaian kertas / gaun bagian depan terbuka

5. Anjurkan pasien untuk duduk dan letakan payudara satu per satu diatas meja kaset sinar x.

6. Lalu lakukan pemeriksaan



ENDOSKOPI

Pemeriksaan yang dilakukan pada saluran cerna untuk mendeteksi adanya kelainan pada saluran cerna.

Contoh : varises, esophagus, neoplasma, peptic ulcer



KOLONOSKOPI

Pemeriksaan dilakukan pada saluran colon dan sigmoid untuk mendeteksi adanya kelainan pada saluran colon.

Contoh : varises, hemoroid, neoplasma dll



CT. Scaning

Pemeriksaan spesifik/khusus untuk melihat organ yang lebih dalam dan terlokalisir serta khusus.

Contoh : organ dalam tengkorak dan organ dalam abdomen



EEG

Pemeriksaan dilakukan untuk melihat hantaran listrik pada otak ( melihat kelainan pada gel. Otak )

Indikasi : epilepsy, trauma capitis

Dengan memasangkan elektroda pada bagian kepal klien.



EKG

Pemeriksaan dilakukan untuk melihat system hantaran/konduksi dari jantung indikasi : MCI, Angna fektoris, gagal jantun